Yak, tidak sadar sudah 2020. Terakhir kali post 2017. Berhasil melewati beberapa galau tanpa wadah ini untungnya, dan masih baik-baik saja.
Si cowok yang kita galaukan di tahun 2017-2018 itu sudah punya cewek. Baru aja.
Bodohnya, I still like the idea of him. Cuma ya, aku ngerti sih, dari segala sisi juga, we are not meant for each other. Nggak tau cuma kenapa belum bisa let go sepenuhnya, atau kenapa masih sedih. Mungkin karena fakta kalau aku nggak akan bisa jadi cici cici cetar tipe cowok kayak dia. I thought bakal beda tipenya, ternyata sama-sama aja.
Emang waktunya aku cari cowok yang tipenya kayak aku. Tapi dimana juga gak tau sih. Jujur gue sendiri bingung target market gue siapa. If I were a man, what kind of man I am and how would I want me to be my girlfriend? Lol grammatically membingungkan ya.
Jujur masih berharap punya pasangan, meskipun dalam hati siap-siap mental juga kalau emang harus sendiri. Ya gimana ya. It's out of my control. Gue mau tulis ketakutan atau penyesalan aja kali ya:
- Menyesalkan kehilangan waktu untuk lebih lama jatuh cinta, atau lebih lama mengenal satu sama lain.
- Salah satu bucket list ku juga succeeding LDR, udah sulit juga kelihatannya.
- Takut juga kalau gue punya pasangan sekarang, terus gak cocok dan putus, dan sesusah apa nyari lagi.
- Tapi takut juga kalau gue punya pasangan bakal jadi toxic dan gue needy dan clingy dan posesif dalam effort untuk nggak mau putus (tapi malah bikin putus)
- Takut juga kalau gue sendiri juga belum menemukan dan cukup percaya sama diri gue sendiri untuk stand my ground dalam suatu hubungan
- Kalau dalam hubungannya aja bingung, apalagi buat mulai. Nggak gitu pede juga buat memulai apapun
- Karena takut ditolak. Takut dikacangin, takut diomongin di belakang ataupun nggak cocok
- Takut juga aku pengen menikah dan lain-lain karena takut nggak fit in aja sebenarnya atau dianggap aneh sendiri. Bukan karena beneran pengen
- I'm principled enough juga tapi untuk nggak menikah just for the sake untuk menikah. Jadi ya serba salah juga, takut selamanya nggak pede nggak fit in (padahal ya bisa ku embrace juga kan kalau aku emang beda dari yang lain)
- On the other hand, aku mau merasakan cinta yang dalam kayak yang dialami orang lain. Nggak tau akan punya kesempatan ini apa nggak. Ngerasain anniversary tiap tahun atau bulan di awal-awal, dapat bunga, partnership pas travelling. Pengen. Ini yang rasanya running out of time banget.
Sama aja prinsipnya yang nggak berani KPR karena takut running out of time mimpi travelling. Tapi di sisi lain kalau aku gak berkeluarga, sebenarnya bisa banget menyisihkan budget buat mimpi travelling itu hehe. Tapi pengen jatuh cinta (dan dicintai) yang proper. Bingung gak? Aku sih bingung.
Sekian. Nggak sabar 2021 cuma karena berharap lihat tabungan setelah menabung beberapa bulan ke depan ini hehe.
Semoga kita semua baik-baik saja.