Wednesday, September 29, 2021

Sometimes

 Sometimes, I feel like the time when I will finally receive the most love, the validation and the appreciation that I crave, is the day I die. The day when everything will be reciprocated.

Sometimes, I wonder if people regret doing/not doing things to me when I am alive. I always have the same regret toward people, but I don't know if that's reciprocated.

Sometimes, I wonder if I will get the apologies I deserved when I die. The love I deserve. The recognition I deserve.

However, no matter how much love and regret there was, I don't think that feeling will last that long. It will just like one-time thingy which perhaps can be forgettable as people easily move on. If it really comes through when I die, it sucks because I can't even be there to receive it.

I'm not even sure if that love and regret is there in the first place.

It's so unfair, when others can easily get love and take it for granted or throw it away like it's nothing.

Perhaps my existence was not meant to be reciprocated.



*I love my life too much that I want to get all those love, regrets, and apologies when I'm still alive. I want to feel reciprocated and appreciated for a long, long time, in this life. I want my families and friends, and people whom I attracted romantically, to reciprocate my existence. God, I desperately hope for your help here. Because I am just not enough, and I don't know how to make me enough.

Saturday, February 13, 2021

13/2/2021: Plot twist

Sebuah plot twist.

Kalau di IG cewekmu, ini artinya plot twist bahagia (dia bisa jadi sama kamu), sayangnya dihidupku nggak sebahagia itu.

Plot twist ku adalah cowok yang aku sukain setelah kamu, mendadak udah punya pacar kayak setahun ke belakang.

Jujur sangat nggak beruntung sih.

fak.

Friday, October 2, 2020

2020

 Yak, tidak sadar sudah 2020. Terakhir kali post 2017. Berhasil melewati beberapa galau tanpa wadah ini untungnya, dan masih baik-baik saja.

Si cowok yang kita galaukan di tahun 2017-2018 itu sudah punya cewek. Baru aja.

Bodohnya, I still like the idea of him. Cuma ya, aku ngerti sih, dari segala sisi juga, we are not meant for each other. Nggak tau cuma kenapa belum bisa let go sepenuhnya, atau kenapa masih sedih. Mungkin karena fakta kalau aku nggak akan bisa jadi cici cici cetar tipe cowok kayak dia. I thought bakal beda tipenya, ternyata sama-sama aja.

Emang waktunya aku cari cowok yang tipenya kayak aku. Tapi dimana juga gak tau sih. Jujur gue sendiri bingung target market gue siapa. If I were a man, what kind of man I am and how would I want me to be my girlfriend? Lol grammatically membingungkan ya.

Jujur masih berharap punya pasangan, meskipun dalam hati siap-siap mental juga kalau emang harus sendiri. Ya gimana ya. It's out of my control. Gue mau tulis ketakutan atau penyesalan aja kali ya:

  • Menyesalkan kehilangan waktu untuk lebih lama jatuh cinta, atau lebih lama mengenal satu sama lain.
  • Salah satu bucket list ku juga succeeding LDR, udah sulit juga kelihatannya.
  • Takut juga kalau gue punya pasangan sekarang, terus gak cocok dan putus, dan sesusah apa nyari lagi.
  • Tapi takut juga kalau gue punya pasangan bakal jadi toxic dan gue needy dan clingy dan posesif dalam effort untuk nggak mau putus (tapi malah bikin putus)
  • Takut juga kalau gue sendiri juga belum menemukan dan cukup percaya sama diri gue sendiri untuk stand my ground dalam suatu hubungan
  • Kalau dalam hubungannya aja bingung, apalagi buat mulai. Nggak gitu pede juga buat memulai apapun
  • Karena takut ditolak. Takut dikacangin, takut diomongin di belakang ataupun nggak cocok
  • Takut juga aku pengen menikah dan lain-lain karena takut nggak fit in aja sebenarnya atau dianggap aneh sendiri. Bukan karena beneran pengen
  • I'm principled enough juga tapi untuk nggak menikah just for the sake untuk menikah. Jadi ya serba salah juga, takut selamanya nggak pede nggak fit in (padahal ya bisa ku embrace juga kan kalau aku emang beda dari yang lain)
  • On the other hand, aku mau merasakan cinta yang dalam kayak yang dialami orang lain. Nggak tau akan punya kesempatan ini apa nggak. Ngerasain anniversary tiap tahun atau bulan di awal-awal, dapat bunga, partnership pas travelling. Pengen. Ini yang rasanya running out of time banget.
Yah sebenernya intinya... aku pengen bisa embracing my authentic self dengan segala principle dan ideals-nya, percaya diri dengan itu meskipun mungkin nggak fit in, dan merasakan cinta yang dalaaam tapi bisa diajak berpetualang (kali aja mau diajak ke Rusia bareng naik kereta, who knows).

 Sama aja prinsipnya yang nggak berani KPR karena takut running out of time mimpi travelling. Tapi di sisi lain kalau aku gak berkeluarga, sebenarnya bisa banget menyisihkan budget buat mimpi travelling itu hehe. Tapi pengen jatuh cinta (dan dicintai) yang proper. Bingung gak? Aku sih bingung.


Sekian. Nggak sabar 2021 cuma karena berharap lihat tabungan setelah menabung beberapa bulan ke depan ini hehe.


Semoga kita semua baik-baik saja.

Saturday, July 29, 2017

huft

I can't differentiate whether this is love, liking someone, or just getting way too dependent to someone who showed you care a little and expecting too much from it.

Yeah, maybe you do like him,  you do care about him. And you decided to use whatever time remains to have fun with him since he will be out of country next year. But if you were this anxious, is this really worth it? However, you do understand how busy he is, and how sociable he is with his old friends. You know how he rarely opens his phone when interacting with someone, how he so unlike you in terms of replying chats and all. And if you have a relationship with him, you have to understand that. That's why at times I think that no, he was not for me, I can't deal with this, I should stop. But why does that make me feel so sad. Is it because like I don't have any men in my life? Lonely little sag of pimples and insecurities all in one package of clingy trysh huh

But I think you need to tell him too, how anxious he makes you and all. But I'm afraid that he might go away. I mean we don't have any commitment, he doesn't want to get serious any time now. What do I expect? He's free to go out and not telling me anything. But why does that make me feel sad. Do I have attachment issue again?

Yes this toxic for me. But how do I manage my future relationship if now I can't even deal with things like this?

sumpah ga enak banget perasaan dalem hati kayak seminggu ini  chatnya ga enak gitu loh cuma lapor2 doang dan flirting2 doang tapi kayak kurang tapi kayak gimana doi sibuk banget gue juga ada aja kerjaan. harusnya kamis kemaren nonton bareng huf. hari ini mau ngajakin malemnya tp doinya malah abis kerja udah ada janji sama temen lain. gue sakit aja gitu loh dalem hati kayak sepi ga enak ga enak banget gatau harus gmn huhuhuhuuHUHUHUHUHU gatau harus gmn 

Sunday, July 16, 2017

Mimpi pagi ini

Jadi kayak dari kemarin malam menunggu balasan pesan... kepikiran banget tuh kan sampai yg biasanya gue tidur matiin sinyal kemarin tuh ngga.. jadi paling ngga pas pesannya sampe kesannya ga kayak hp w mati gitu... terus sampai pagi belum dibales, adanya cuma 1 chat dari orang lain di 1 grup yang beranggotakan orang yang ditungguin juga. Yauda lanjut aja kepikiran sampai di mobil berangkat belum dibales juga.

Terus di mobil kan tidur tuh, agak susah awalnya karna suara radio papa. Disitu sebelumnya gue mikirin orang yang ditungguin ini.. kayak worst case scenario aja.. apa gue udah membosankan sekarang, terlalu clingy, terlalu bahaya dan baper, apa doi mau stop, atau apa doi justru ikut baper, apa doi ga enak.. sampai akhirnya ketidur.

Di tidur itu gue gaada mimpi jelas.. cuma gue berasanya kayak ada kebangun gitu jam 8 kurang, di tempat yg masih agak jauh dari harmoni, dan kayak mikir wah ini macet banget.. trus karna belum dibales dan masih nunggu gue jadi bilang di grup kalau macet sih hari ini, dgn harapan ngecek si doi buka grup atau ngga, jadi tau apakah dia sengaja ga bales atau gmn. Ada juga niatan buat ngechat doi ngabarin hari ini macet tapi gajadi

Trus gue tidur lagi.. trus bangun di harmoni dan melihat kalau gaada tuh chat gue di grup ngabarin macet jam 8 kurang... semuanya mimpi guys. Saking nungguinnya sampai kebawa mimpi nyata gitu. Capek juga pas bangun karna di mimpi ceritanya udah bangun huhu. Is it me being obsessed? Bahaya banget nih terlalu ngarep dan overthinking huhuhu. Mana ga ketemu lg hari ini hft hft.

Doakan ku baik baik saja ya dan berhenti terlalu terobsesi.. ini masih tanpa status dan ngga ldr. Gimana nanti kri kalau harus move on pasti bakal susah banget. Dan kalaupun pacaran ini bakal jadi weakness. Harus berhenti overthinking! Coba jalanin biasa aja tanpa mikir gitu loh :(

Thursday, July 6, 2017

Bucket list

This list may be frequently updated.

In no particular order
1. Joining The Amazing Race
2. Living in US/Singapore/Aussie/South Korea for one year
3. Cuddling while watching new movies on TV with romantic partner
4. Eating Gordon Ramsay's dish
5. Be a digital marketeer, understand digital marketing
6. Get my name on Adweek or Forbes
7. Visiting Cannes Lions
8. Succeeding long distance relationship
9. Sending my parents on a trip with my money
10. Visiting Panti Asuhan Roslin in Kupang
11. Gili Trawangan again, alone or with partner
12. Imagine Dragons concert
13. Choir concert
14. Going to America as a tourist (NY, LA, LV)
15. Making an Indonesia online movie database with movie critics e.g. rotten tomatoes
16. Find a good boyfriend and marry him lol. 

Wednesday, July 5, 2017

About plans

I decided to keep my plans open, listing priorities and possibilities for now.

I don't want to get too disappointed if I fail to meet the goals in my plan.

I'll try to be grateful, to convince myself that there may be better doors than the one I plan to enter, or maybe I already entered the right door for the moment.

I'm tired, and I think I need to stop pressuring myself with overly ambitious plans that keeps me from enjoying the present, that takes my sanity and makes me feel like a failure.

I'll try not being too hard on myself. I'm trying.