Showing posts with label abaikan. Show all posts
Showing posts with label abaikan. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

how to 'just do it'

'just do it' is to be comfortable with offending and disappointing people in the quest of being true to myself


when the risk are too big for you too handle
when you're arguing inside of your head to make sure if it's the right thing to do
when you risk losing the people you love
when you risk losing their trust (maybe you have lost their trust though)
when you already lost their trust, their love, their attention
when you can't figure out how to gain those back
when you think you have fixed yourself, but the fact is you haven't
when you have fixed yourself, but they just didn't know how far you've changed because they don't know you long enough
when you can't even tell them you miss them
when you have new relationships that you have to invest to
when there are lots of other people who love and care about you
when you know that your relationship won't be the same after that

but you want them back
but you suffer when they're gone
but you used to have them as your core support system
but you miss them so much
but you have so many plans to do with them (we are supposed to go swimming in our next holiday, remember?)
but you want them to be your best friend for life
but you have gone so far, done a lot, to have them as your best friends
but you're proud to have them as your best friends
but you cherished them a lot, and they used to cherish you too (it's not one-sided)
but you have to just do it


nah, actually, what kind of change do you want? everyone is changing though, do you really want to go back? isn't it too greedy to have it all? their grass will always look greener though.... i thought you said you were grateful though? what exactly do you need, trysh?


is it wrong to feel frustated at yourself?...

Tuesday, June 7, 2016

Belajar Memperbaiki Diri

Satu post lagi di tengah UAS.

Terlepas dari segala kebaikan yang kudapat, ada beberapa hal yang membuatku sedih.

Aku kehilangan seorang teman. Menurutku kita berdua sama-sama salah. Tapi aku merasa tidak bisa memperbaiki hubungannya sendiri, dan dia juga tidak  ada intensi untuk memperbaikinya.

Hubunganku dengan dua teman baikku sejak mahasiswa baru pun jadi renggang karena pertengkaranku dengan dia. Masih baik-baik saja, tetapi jauh karena beda peminatan.

Aku masih ingin menjaga dua teman baikku ini. Berbagai evaluasi pun mereka keluarkan. Aku jadi sadar akan salah satu kelemahanku, tidak peka.

Hm. 1 PR. Harus kukerjakan.

Pencarian jati diri, abis dari sini mau jadi apa. Sudah mau lulus, belum dapat magang, dan belum punya peer group.

Temanku yang hilang itu sangatlah hebat. Saking hebatnya membuatku minder, bahkan sejak kita masih bersahabat. Ketika bersahabat pikiran-pikiran minder ini selalu ku kesampingkan. Namun ketika sekarang sudah jauh, melihat hidupnya yang dikelilingi banyak orang yang ingin ku dekati, prestasinya yang tak habis-habis, membuatku minder lagi.

Solusinya ya aku harus percaya diri, menemukan USP diri sendiri, dan kembali lagi bersyukur. Ingat hal-hal yang kutulis di post sebelumnya.

Apakah ketidakpunyaan ku atas suatu peer group sepenting itu ketika banyak orang yang sayang dan peduli denganku?

Kesuksesan diriku seharusnya tidak bergantung pada dia kan. Aku harus melakukan hal yang memang baik buatku, tidak hanya sebatas untuk memberi makan ego.

Ini dia PR yang paling sulit.

Bagaimana ya mengukur perbaikan diri yang akan ku lakukan?
Takutnya selama ini aku tenggelam dalam ilusi kalau aku berubah, tetapi kenyataannya aku masih jalan di tempat.

Saturday, November 29, 2014

Kamu, yang ingin ku mengerti.

aku tidak mengerti harus kemana
aku mengerti kamu, aku mengerti mereka juga.
mereka memang jahat, tapi kamu memang kurang dewasa.
mereka seharusnya membantu kamu, tapi aku (agak) maklum kenapa mereka gak membantu kamu

tapi

aku sayang kamu. aku lebih mengerti kamu.
mereka dingin. jahat, seharusnya nggak begitu.
aku marah. aku mau kamu bahagia.

yang seharusnya membantu, siapa lagi kalau bukan mereka.
mereka yang sudah mengenalmu lebih lama dari aku (bahkan sebelum aku lahir)
mereka yang punya ikatan darah sama kamu (aku juga punya sih)
mereka yang seharusnya menjadi sandaranmu ketika kamu butuh

mereka seharusnya mengerti kamu

apa susahnya membantu sedikit saja, tidak menuruti aturan sedikit saja
apa susahnya mengerti sedikit saja, apa susahnya
demi saudara
jika masih dianggap saudara.

butakah mereka
kamu lagi butuh loh
kamu mungkin kurang dewasa
tapi sekali ini aja, tidak salah kan membantu kamu
toh dengan tidak membantu kamu tidak akan membuatmu jadi dewasa

geregetan
benci
sedih
sedih

mungkin aku bilang gini karena aku sayang kamu
mungkin tidak juga, karena logikanya memang begitu.
mungkin juga, logika yang ku anggap seharusnya begitu salah
mungkin salah, karena aku sayang kamu.

tidak usah pedulikan mereka, hidup jalan terus, aku mau kamu bahagia.